Komisi VII Apresiasi Program UMKM Palembang, Pemasaran Dan Permodalan Jadi Fokus

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, Palembang– Pimpinan dan Anggota Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan spesifik ke Griya Kain Tuan Kentang, Selasa (2/12/2025), untuk melihat secara langsung perkembangan industri UMKM dan kerajinan lokal di Kota Palembang.

Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza Sjachroedin Zainal, menegaskan perlunya penguatan kebijakan pemerintah pusat melalui Himbara dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar benar-benar tepat sasaran.

“UMKM perlu didorong melalui kebijakan pusat. Penyaluran KUR harus dimonitor pelaksanaannya. Selama ini KUR 100 juta tanpa jaminan, namun kenyataannya masih ada pelaku UMKM yang diminta jaminan,” tegas Rycko.

Ia menambahkan bahwa kebijakan Kementerian sebenarnya telah menetapkan KUR hingga 100 juta tanpa jaminan, namun penyimpangan di lapangan masih ditemukan. Untuk itu, Komisi VII meminta informasi penyaluran KUR diperluas hingga ke daerah.

“Jangan hanya berjalan di pusat kota. Di beberapa daerah hanya BRI yang digunakan, padahal ada Mandiri dan BTN. Informasi KUR harus sampai ke daerah agar benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Rycko juga menilai program UMKM Pemerintah Kota Palembang sudah berada di jalur yang tepat dan memiliki potensi kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.

“Program Pemkot sudah baik. Harapan kita dapat membuka pasar lebih luas dengan menggandeng sektor pariwisata. Palembang memiliki bandara internasional, potensi sungai, dan sejarah kerajaan Sriwijaya. DNA UMKM Palembang harus terus dikembangkan,” tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Rombongan Komisi VII Evita Nursanty menyampaikan apresiasi atas keberadaan Griya Kain Tuan Kentang sebagai pusat kerajinan songket dan jumputan yang dibangun sejak 1980-an.

“Ini ide baik Pemkot Palembang untuk memberi wadah bagi para pengrajin. Tradisi menenun adalah kekayaan warisan budaya sehingga kita semua berkewajiban menjaganya,” ucap Evita.

Namun Evita menyoroti tantangan besar yang kini dihadapi pengrajin, terutama terkait minat generasi muda untuk meneruskan profesi menenun.

“Minat anak muda semakin berkurang. Ini menjadi PR kita. Komisi VII bersama Kementerian akan mendorong pelatihan, pendampingan, dan program untuk menumbuhkan minat generasi muda,” jelasnya.

Evita juga mendorong pemerintah pusat memberikan dukungan pameran dan promosi baik dalam maupun luar negeri agar pemasaran produk UMKM semakin optimal.

“Produk tenun harus dilihat langsung, sehingga pameran offline harus dipergiat. Jika biaya booth mahal, perlu diberikan kemudahan bagi para pengrajin,” ujarnya.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Komisi VII dan kementerian terkait. Ia menegaskan bahwa pembenahan akses permodalan dan pemasaran masuk dalam prioritas Pemerintah Kota.

“Terima kasih atas perhatian Komisi VII. Permodalan dan pemasaran menjadi fokus pembenahan kami. Kami akan memastikan program UMKM semakin tepat sasaran,” ungkap Ratu Dewa.

Untuk Harapan Program UMKM ke Depan adalah Penyaluran KUR tepat sasaran dan tanpa jaminan, Informasi KUR merata hingga ke daerah-daerah, Sinergi UMKM dengan sektor pariwisata untuk membuka pasar, Peningkatan promosi dan pameran produk lokal, Pelatihan regenerasi pengrajin untuk menarik minat anak muda dan Pengembangan sentra kain sebagai destinasi budaya.

Pewarta : Reza

Editor     : Yopi

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Pungut Biaya, PT. Pengamanan Anak Bangsa Buka Lapangan Kerja Untuk Masyarakat
Pelaku Jambret Handphone Bocah 5 Tahun Di Gandus Terekam CCTV Rumah Warga
Kakanwil Ditjenpas Sumsel Tinjau Langsung Persiapan Kunjungan Idul Fitri 1447 H Di Rutan Palembang
Kapolda Sumsel Ajak Perguruan Tinggi Dukung Program Nasional
Warga Sukamulya Geram, Tiba Tiba Muncul Klaim Tanah 11 Hektare Dan Ancaman Penggusuran
Pererat Kebersamaan Ramadan, HIPMI Sumsel Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim
“Ngecup Tanah” Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Untuk Kolam Retensi Simpang Bandara. Ini Kata Ketua KKLDM!!!
PLN Soroti Kabel Provider Internet di Tiang Listrik, Warga Diminta Melapor Jika Berbahaya

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:38 WIB

Tak Pungut Biaya, PT. Pengamanan Anak Bangsa Buka Lapangan Kerja Untuk Masyarakat

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:25 WIB

Pelaku Jambret Handphone Bocah 5 Tahun Di Gandus Terekam CCTV Rumah Warga

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:28 WIB

Kakanwil Ditjenpas Sumsel Tinjau Langsung Persiapan Kunjungan Idul Fitri 1447 H Di Rutan Palembang

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:21 WIB

Kapolda Sumsel Ajak Perguruan Tinggi Dukung Program Nasional

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:45 WIB

Warga Sukamulya Geram, Tiba Tiba Muncul Klaim Tanah 11 Hektare Dan Ancaman Penggusuran

Berita Terbaru