RADARCenter, Ogan Ilir – Kreativitas mahasiswa Universitas Sriwijaya kembali terlihat dalam sebuah kegiatan pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan bahan sederhana menjadi produk bernilai estetika tinggi.
Melalui kegiatan pembuatan kaca hias dari kawat bulu, mahasiswa berhasil menghadirkan inovasi kerajinan tangan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga membuka peluang usaha baru di kalangan masyarakat dan mahasiswa.
Kegiatan yang dilakukan di kawasan Indralaya ini berangkat dari ide sederhana: memanfaatkan bahan murah dan mudah dijumpai seperti kawat bulu (pipe cleaner) dan kaca kecil untuk menciptakan dekorasi unik.
Proses pembuatan yang relatif mudah, ditambah peluang pasar yang cukup besar di lingkungan kampus, menjadikan kerajinan ini cepat menarik perhatian.
“Bahan-bahannya murah, tapi hasilnya bisa jadi produk yang estetik dan punya nilai jual,” ujar salah satu peserta kegiatan.
Mahasiswa dan masyarakat yang mengikuti kegiatan ini diajak belajar mulai dari teknik dasar membentuk kawat bulu, memilih warna, hingga menghias kaca menjadi karya dekoratif.
Observasi dilakukan Kamis (20/11/2025), selama observasi terlihat antusiasme warga dan mahasiswa yang ingin mempelajari keterampilan baru, terutama ibu rumah tangga dan pemuda yang membutuhkan aktivitas produktif.
Banyak dari mereka menilai kerajinan ini bisa menjadi alternatif usaha kecil, apalagi produk seperti gantungan hias, bingkai mini, hingga souvenir custom sering dicari sebagai hadiah ataupun dekorasi kamar kos mahasiswa.
Namun,
kegiatan ini tidak lepas dari kendala. Beberapa peserta masih kurang pengalaman dalam desain dan membutuhkan pendampingan teknis lanjutan.
Selain itu, keterbatasan alat seperti lem tembak dan gunting khusus masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat.
Meskipun demikian, potensi pengembangan kerajinan ini dinilai sangat besar. Indralaya sebagai kawasan pendidikan dengan ribuan mahasiswa menciptakan pasar yang ideal untuk produk kreatif.
“Dengan pelatihan desain, pemasaran digital, dan pendampingan usaha, kegiatan ini bisa berkembang menjadi usaha rumahan yang berkelanjutan,” jelas salah satu fasilitator program.
Kegiatan pemberdayaan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Bekerja bersama dalam proses kreatif membuat kedua kelompok saling bertukar ide, keterampilan, dan semangat kolaborasi.
Ke depan,
peserta berharap program ini dapat diperluas melalui workshop rutin, penyediaan alat produksi, serta pembentukan komunitas kerajinan sebagai wadah pengembangan ide dan pemasaran bersama.
Dengan pendampingan yang tepat, kaca hias dari kawat bulu berpeluang menjadi produk lokal unggulan yang tidak hanya memperindah ruangan, tetapi juga meningkatkan perekonomian keluarga.
Sumber : Mukromi
Mahasiswa UNSRI Jurusan pendidikan Masyarakat.
Pewarta : Emi




















