RADARCenter, Ogan Ilir–Dua program unggulan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) untuk memaksimalkan potensi ekonomi di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir. Fokus utama program ini adalah mengatasi kesenjangan keterampilan pasca-panen dan pemasaran digital yang menghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Potensi Besar Pertanian dan Kesenjangan Keterampilan:
Kecamatan Tanjung Batu dikenal memiliki potensi pertanian yang kuat, dengan komoditas unggulan seperti Nanas (produksi mencapai 2.352.492 kuintal di tahun 2023) serta Cabai Keriting dan Cabai Rawit. Selain itu, daerah ini juga memiliki potensi besar di sektor biofarmaka, khususnya Serai/Lemongrass (5.855 kg) dan Mahkota Dewa (5.050 kg).
Namun, potensi ini belum tergarap maksimal. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah:
Kesenjangan Keterampilan Pertanian, kurangnya pelatihan lanjutan yang berfokus pada penanganan pasca-panen dan pengolahan nilai tambah. Serta keterbatasan akses pasar yang membuat keterampilan pemasaran digital menjadi penting.
Solusi Program PLS Unggulan
Untuk mengatasi tantangan tersebut, diusulkan dua program PLS utama, yang ditargetkan untuk kelompok tani, ibu rumah tangga, pelaku usaha mikro, dan anggota Koperasi Simpan Pinjam (Kospin).
1. Program Pelatihan Usaha Pertanian dan Biofarmaka (PUPB), guna memberikan pelatihan pengolahan pasca-panen untuk nilai tambah produk.
2. Program Pendidikan Kewirausahaan Digital (PKD) dengan memanfaatkan infrastruktur komunikasi yang sangat baik di wilayah tersebut (seluruh desa tercakup sinyal internet 5G/4G/LTE) untuk mengakses Pelatihan E-Commerce, Fotografi Produk, dan Manajemen Keuangan Sederhana.
Sinergi Kelembagaan dan Teknologi
Program kewirausahaan digital disarankan untuk berkolaborasi dengan empat Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) aktif yang sudah ada di wilayah Tanjung Batu. Kolaborasi ini bertujuan untuk memfasilitasi akses permodalan dan pendampingan pasca-pelatihan bagi masyarakat.
Selain itu, pemanfaatan teknologi, khususnya sinyal internet 5G/4G/LTE, diusulkan untuk menyelenggarakan pelatihan secara blended learning (online dan tatap muka), serta memfasilitasi pemasaran produk lokal melalui marketplace.
Usulan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi Pemerintah Daerah dan Lembaga PLS dalam merancang kebijakan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kecamatan Tanjung Batu.
Sumber : Annisa Inayah Mahasiswa UNSRI program studi Pendidikan Masyarakat.
Pewarta : Emi




















