RADARCenter, OGAN ILIR — Sebuah unggahan di akun Facebook Yeni Novitasari, yang diketahui berkaitan dengan lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir, dibagikan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 15.10 WIB atau 8 jam yang lalu. Tulisan tersebut langsung menjadi pembicaraan hangat di kalangan warga.
Dalam unggahannya tertulis:
“Kalian berdiri di barisan terdepan… Tetapi suara-suara bising yang terus berteriak tentang asap, apakah sudah ikut andil terhadap lingkungan sekitar? Sedangkan tim satgas bahu-membahu memadamkan demi udara yang sehat.”
Serta pesan penutup:
“Mari bijak menyampaikan aspirasi, mulai peduli dari diri sendiri terhadap alam dan lingkungan.”
Muncul pertanyaan di tengah masyarakat: apakah pantas seorang pejabat BPBD menyampaikan kalimat-kalimat demikian di media sosial?
Sebagian warga menilai niatnya mengajak peduli lingkungan itu baik. Namun tidak sedikit yang menilai sebagai pejabat instansi yang berwenang menangani bencana, cara penyampaiannya kurang tepat dan kurang pantas.
Pertimbangannya:
– Istilah “suara bising” terkesan menyepelekan hak warga yang menyuarakan keprihatinan atas dampak asap yang dirasakan langsung
– Warga yang bertanya dan mengawasi bukan berarti tidak peduli — justru itu adalah hak masyarakat untuk mendapatkan informasi dan pelayanan
– Sebagai pejabat BPBD, seharusnya lebih terbuka menerima masukan, bukan membalas seolah warga yang bersalah
– Unggahan dari akun pribadi tetap melekat pada jabatan, sehingga apa yang ditulis mencerminkan sikap lembaga di mata publik
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi terkait unggahan tersebut. Warga berharap ke depannya seluruh pihak dapat saling mendukung: petugas bekerja sebaik mungkin, dan warga tetap mengawasi dengan bijak. (RC/Emi)




















