RADARCenter, Sumatera Selatan — Secara manusiawi, rasa kesal atau marah adalah emosi yang wajar dirasakan oleh siapapun, termasuk seorang guru yang menghadapi perilaku anak didik yang tidak mau menurut saat diberi tugas di depan kelas.
Namun, secara profesional dan pedagogis, tindakan mengucapkan kalimat yang menantang orang tua siswa sangat tidak dibenarkan.
Anak Kelas 1 dan 2 pada Sekolah Dasar (SD) belum paham Konsekuensi, anak usia 7–8 tahun masih berada dalam fase perkembangan emosi yang belum matang.
Ketika mereka menolak untuk maju ke depan kelas, itu sering kali merupakan bentuk mekanisme pertahanan diri karena rasa takut, malu, atau cemas, bukan karena mereka benar-benar ingin melawan.
Orang tua adalah mitra terbesar guru dalam mendidik anak, menantang orang tua secara emosional di depan murid akan merusak kepercayaan dan kerja sama antara pihak sekolah dan rumah.
Guru dituntut untuk menjadi teladan (ing ngarsa sung tuladha). Mengeluarkan ucapan yang menantang saat emosi dapat dianggap sebagai tindakan tidak profesional dan berpotensi memicu konflik hukum atau sanksi dari pihak sekolah.
Jika seorang guru merasa sangat kesal karena murid kelas 1 dan 2 SD tidak mau menuruti perintah, langkah-langkah berikut jauh lebih efektif:
● Tarik napas dan jeda sesaat, jangan langsung merespons saat emosi sedang memuncak. Berikan waktu beberapa detik untuk menenangkan diri agar tidak mengeluarkan kata-kata yang disesali nanti.
● Jika anak tetap menolak dan mulai menantang, alihkan perhatian ke siswa lain terlebih dahulu agar pelajaran tidak terganggu. Memaksa anak di depan teman-temannya justru bisa membuatnya semakin membangkang karena merasa terpojok.
● Temui anak tersebut secara privat saat jam istirahat atau setelah kelas selesai. Tanyakan dengan lembut alasan dia tidak mau maju (apakah belum paham materinya, takut ditertawakan teman, atau sedang ada masalah di rumah).
● Jika perilaku anak tersebut sudah sering berulang, hubungi orang tua bukan untuk menantang, melainkan untuk berdiskusi mencari solusi bersama demi kebaikan si anak.
Merasa kesal itu normal, tetapi menyalurkan kekesalan dengan cara menantang orang tua siswa adalah tindakan yang keliru.
Seorang guru diharapkan dapat mengelola emosinya dan menggunakan pendekatan yang lebih mendidik serta penuh kasih sayang, terutama kepada anak anak usia dini seperti kelas 1 dan 2 SD. (RC/Red)




















