Anak Didik Kelas 1 Dan II SD Belum Paham Konsekuensi, Ortu Adalah Mitra Guru Dalam Mendidik Anak

- Jurnalis

Jumat, 6 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, Sumatera Selatan — Secara manusiawi, rasa kesal atau marah adalah emosi yang wajar dirasakan oleh siapapun, termasuk seorang guru yang menghadapi perilaku anak didik yang tidak mau menurut saat diberi tugas di depan kelas.

Namun, secara profesional dan pedagogis, tindakan mengucapkan kalimat yang menantang orang tua siswa sangat tidak dibenarkan.

Anak Kelas 1 dan 2 pada Sekolah Dasar (SD) belum paham Konsekuensi, anak usia 7–8 tahun masih berada dalam fase perkembangan emosi yang belum matang.

Ketika mereka menolak untuk maju ke depan kelas, itu sering kali merupakan bentuk mekanisme pertahanan diri karena rasa takut, malu, atau cemas, bukan karena mereka benar-benar ingin melawan.

Orang tua adalah mitra terbesar guru dalam mendidik anak, menantang orang tua secara emosional di depan murid akan merusak kepercayaan dan kerja sama antara pihak sekolah dan rumah.

Guru dituntut untuk menjadi teladan (ing ngarsa sung tuladha). Mengeluarkan ucapan yang menantang saat emosi dapat dianggap sebagai tindakan tidak profesional dan berpotensi memicu konflik hukum atau sanksi dari pihak sekolah.

Jika seorang guru merasa sangat kesal karena murid kelas 1 dan 2 SD tidak mau menuruti perintah, langkah-langkah berikut jauh lebih efektif:

● Tarik napas dan jeda sesaat, jangan langsung merespons saat emosi sedang memuncak. Berikan waktu beberapa detik untuk menenangkan diri agar tidak mengeluarkan kata-kata yang disesali nanti.

● Jika anak tetap menolak dan mulai menantang, alihkan perhatian ke siswa lain terlebih dahulu agar pelajaran tidak terganggu. Memaksa anak di depan teman-temannya justru bisa membuatnya semakin membangkang karena merasa terpojok.

● Temui anak tersebut secara privat saat jam istirahat atau setelah kelas selesai. Tanyakan dengan lembut alasan dia tidak mau maju (apakah belum paham materinya, takut ditertawakan teman, atau sedang ada masalah di rumah).

● Jika perilaku anak tersebut sudah sering berulang, hubungi orang tua bukan untuk menantang, melainkan untuk berdiskusi mencari solusi bersama demi kebaikan si anak.

Merasa kesal itu normal, tetapi menyalurkan kekesalan dengan cara menantang orang tua siswa adalah tindakan yang keliru.

Seorang guru diharapkan dapat mengelola emosinya dan menggunakan pendekatan yang lebih mendidik serta penuh kasih sayang, terutama kepada anak anak usia dini seperti kelas 1 dan 2 SD. (RC/Red)

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Sumsel Musnahkan 35 Kg Sabu, 87 Tersangka Dijerat Dari Penindakan Di 182 Lokasi
Wisuda ke-XXIV, IGM Lepas 472 Lulusan dan Tantang Alumni Hadapi Era AI dengan Inovasi serta Ketangguhan
Polda Sumsel Tangani 62 Perkara Karhutla, Kapolda Tegaskan Penegakan Hukum Berbasis Ilmiah
PWI Sumsel Harap Pihak Polda Usut Tuntas Perkara Penganiayaan Terhadap Wartawan
Kebakaran di Lorong Sabar Palembang Hanguskan 10 Rumah, 20 KK Terdampak
Kilang Plaju Lahirkan Inovasi Refrigeran Ramah Lingkungan dari Musicool hingga Breezon
ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam di Area Perkantoran, Istri Korban Diamankan Polisi
BNNP Sumsel Ringkus Jaringan Narkoba Malaysia–Palembang, Musnahkan Puluhan Kg Sabu Dan Ribuan Ektasi

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 09:35 WIB

Anak Didik Kelas 1 Dan II SD Belum Paham Konsekuensi, Ortu Adalah Mitra Guru Dalam Mendidik Anak

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Polda Sumsel Musnahkan 35 Kg Sabu, 87 Tersangka Dijerat Dari Penindakan Di 182 Lokasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Wisuda ke-XXIV, IGM Lepas 472 Lulusan dan Tantang Alumni Hadapi Era AI dengan Inovasi serta Ketangguhan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Polda Sumsel Tangani 62 Perkara Karhutla, Kapolda Tegaskan Penegakan Hukum Berbasis Ilmiah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:57 WIB

PWI Sumsel Harap Pihak Polda Usut Tuntas Perkara Penganiayaan Terhadap Wartawan

Berita Terbaru