Produktivitas Sawit Sumsel Bisa Naik Dua Kali Lipat, Replanting Jadi Kunci

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, Palembang– Pembukaan Forum VI Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Sumatera Selatan berlangsung di Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (16/04/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang strategis bagi para pelaku industri sawit untuk berdiskusi, menganalisis, serta merumuskan langkah penguatan sektor kelapa sawit yang berkelanjutan.

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Ketua GAPKI Sumsel Alex Sugiarto, serta ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Herman Deru menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ini. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif tidak hanya bagi sektor perkebunan, tetapi juga terhadap pergerakan ekonomi daerah.

“Terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Dampaknya sangat luas, mulai dari meningkatnya okupansi hotel, sektor kuliner, hingga perputaran ekonomi lainnya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Sumatera Selatan merupakan salah satu daerah strategis dalam industri sawit nasional, dengan sekitar 9–10 persen wilayahnya merupakan perkebunan kelapa sawit.

Menurutnya, forum seperti ini penting untuk mendorong solusi atas berbagai tantangan di lapangan, khususnya terkait program peremajaan sawit rakyat (replanting). Selama ini, kendala utama yang dihadapi petani adalah masa tunggu produktivitas yang cukup lama.

“Selama ini petani menghadapi persoalan, karena setelah replanting mereka harus menunggu hingga empat tahun untuk kembali berproduksi. Namun kini ada temuan baru, dalam waktu sekitar 24 bulan tanaman sudah bisa berbuah. Ini harus didiskusikan bersama stakeholder untuk mempercepat program replanting,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua GAPKI Sumsel, Alex Sugiarto, mengatakan bahwa Forum VI ini menjadi ruang diskusi komprehensif dengan mengangkat tema sawit berkelanjutan. Kegiatan ini juga diisi dengan seminar dan expo yang diikuti sekitar 600 peserta.

“Kami membahas tata kelola sawit secara menyeluruh dan tetap mengacu pada regulasi pemerintah,” katanya.

Ia mengungkapkan, meskipun tren harga sawit menunjukkan kenaikan, para pelaku usaha masih menghadapi tekanan biaya operasional yang tinggi. Kenaikan harga pupuk hingga hampir 30 persen, serta meningkatnya biaya distribusi, membuat margin keuntungan relatif stagnan.

“Harga sawit memang naik, tapi biaya juga ikut naik. Jadi margin tetap sama. Selain itu, kondisi global seperti konflik perang juga berdampak pada distribusi dan pengiriman,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Alex menyebutkan bahwa luas perkebunan kelapa sawit di Sumsel mencapai sekitar 1,3 juta hektare dengan produksi Crude Palm Oil (CPO) sekitar 4 juta ton per tahun, atau rata-rata 3 ton per hektare.

Ia optimistis, melalui percepatan program peremajaan sawit rakyat, produktivitas dapat ditingkatkan hingga dua kali lipat.

“Kalau replanting berjalan optimal, produksi bisa meningkat menjadi 6 hingga 7 juta ton. Namun memang masih ada kendala seperti perizinan dan persoalan teknis di lapangan yang perlu diselesaikan bersama,” tandasnya.

Pewarta : Yuli

Editor     : Yopi

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rutan Kelas I Palembang Teguhkan Komitmen Perang terhadap Narkoba Dan Pembangunan Zona Integritas
Kurniati Puspita Sari Nahkodai DPC BAHMI Kota Palembang, Bawa Semangat Baru Untuk Organisasi Lebih Maju Dan Eksis
Kapolsek Ilir Barat I Palembang Pimpin Langsung Rapat Koordinasi Pencegahan Aksi Tawuran.
PLN, Kementerian ESDM, Dan Pemerintah Daerah Sinkronkan Program Lisdes, Percepat Pemerataan Kelistrikan Di Sumatera Selatan
PTBA Kertapati Perkuat Mitigasi Stunting, 50 Balita Dan 10 Ibu Hamil Dapat Dukungan Gizi
Soroti Proses Pembuktian, Aliansi Advokat Laporkan JPU Sigit Subiantoro Ke Polda Sumsel
Hadir Bukan Untuk Menakuti, Tapi Melindungi. Levi : Kesiapa HSB Jaga Palembang
Jon Daus Meninggal Usai Dibawa Polisi, Keluarga Pertanyakan Kronologi 12 Jam

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:30 WIB

Kurniati Puspita Sari Nahkodai DPC BAHMI Kota Palembang, Bawa Semangat Baru Untuk Organisasi Lebih Maju Dan Eksis

Rabu, 16 September 2026 - 17:55 WIB

Kapolsek Ilir Barat I Palembang Pimpin Langsung Rapat Koordinasi Pencegahan Aksi Tawuran.

Rabu, 16 September 2026 - 16:42 WIB

PLN, Kementerian ESDM, Dan Pemerintah Daerah Sinkronkan Program Lisdes, Percepat Pemerataan Kelistrikan Di Sumatera Selatan

Rabu, 16 September 2026 - 11:18 WIB

PTBA Kertapati Perkuat Mitigasi Stunting, 50 Balita Dan 10 Ibu Hamil Dapat Dukungan Gizi

Selasa, 15 September 2026 - 17:27 WIB

Soroti Proses Pembuktian, Aliansi Advokat Laporkan JPU Sigit Subiantoro Ke Polda Sumsel

Berita Terbaru

Mandailing Natal

PETI di Belakang Kantor Bupati Madina, Tiga Warga Meregang Nyawa.

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:55 WIB