Diduga Adanya Pungli Di SMAN 3 Palembang, PSR Minta Polda Sumsel Periksa Kepsek, Ketua Komite Dan Bendahara Sekolah

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, Palembang– Puluhan massa aksi yang tergabung di Pembela Suara Rakyat (PSR) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terlihat melakukan aksi demo di Mapolda Sumsel, menyampaikan aspirasi dan memberikan laporan pengaduan terkait adanya dugaan indikasi Pungutan Liar (Pungli) di SMA Negeri 3 Palembang. Selasa (09/12/2025).

Aksi demo tersebut digelar bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada Selasa (09/12/2025). Bertindak selaku Koordinator aksi Aan Pirang.

Dalam penyampaian orasinya Aan Pirang menjelaskan bahwa sehubungan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia, PSR menyatakan bahwa Korupsi merupakan musuh Negara.

“Sebagai masyarakat kita harus membantu Negara dalam memberantas Korupsi,” kata Aan dalam penyampaian orasinya.

PSR sebagai Kontrol Sosial berkomitmen mendukung dan membantu Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) dalam Pengawasan, Pencegahan dan Pemberantasan kasus kasus korupsi yang ada di Provinsi Sumsel khususnya di Kota Palembang.

“Aksi kami ini sudah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2018, tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dalam Pencegahan dan Pemberantasan tindak pidana Korupsi, tentunya segala tindak pidana korupsi. Serta hak dan kebebasan menyuarakan pendapat di muka umum dan K
Keterbukaan Informasi Publik (KIP),” terang Aan.

Selain itu, Aan juga menyebutkan terkait adanya dugaan indikasi melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) yang mengatur tentang Komite Sekolah dan Dana BOS di SMA Negeri 3 Palembang.

Aan menerangkan, Berdasarkan informasi yang didapat adanya dugaan Abuse Of Power atau penyalahgunaan wewenang jabatan dan Pungli yang diduga terindikasi dilakukan oleh Kepala Sekolah, Ketua Komite, Bendahara SMA Negeri 3 Palembang terkait penggunaan keuangan sekolah.

“Info yang kami dapatkan adanya indikasi dugaan Pungutan liar (Pungli) Iuran/ infaq/ Sarpras dan Penggunaan Dana BOS terindikasi tidak sesuai peruntukan yang menjurus pada dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) SMA Negeri 3 Palembang,” jelas Aan.

Sebagian wali murid lanjut Aan Pirang, praktik tersebut tak ubahnya pungutan liar yang mengharuskan Wali Siswa membayar Rp. 250 – 300 ribu setiap bulan serta Rp. 2 – 7 juta per tahun untuk Sarana dan Prasarana Sekolah. Jika tidak bayar, Wali Siswa khawatir anak mereka akan kena imbasnya di sekolah.

“Dengan jumlah siswa sekitar 1.400 orang, potensi dana yang terkumpul dari pungutan itu mencapai Total lebih kurang Rp3.024.000.000,-. Miliaran rupiah setiap tahun,” ungkap Aan.

Ia juga menambahkan, jika pungutan itu resmi, apakah ada dalam aturannya atau keputusan keputusan baik dari Pemerintah Pusat, Kementerian, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan. Apakah sudah benar sesuai aturan, atau justru menyimpang dari larangan pungutan di Sekolah Negeri.

Sekolah penerima dana BOS, baik SMA maupun SMK, dilarang melakukan pungutan kepada orang tua siswa yang tidak sesuai dengan ketentuan atau tanpa dasar hukum yang jelas. Jenis pungutan yang sah biasanya didefinisikan sebagai sumbangan yang bersifat sukarela dan tidak mengikat, berbeda dengan pungutan yang wajib dan mengikat.

“Negara mengalokasikan Anggaran 20%: Mandat ini diatur dalam Pasal 31 ayat (4) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Anggaran ini mencakup belanja pemerintah pusat dan daerah (APBN/APBD) untuk pos-pos seperti gaji pendidik, sarana prasarana, dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” tegas Aan Pirang.

Terkait adanya hal tersebut, PSR yang bertugas sebagai sosial kontrol merasa terpanggil, dan di dalam aksinya meminta Aparat Penegak Hukum Polda Sumsel untuk segera mengusut tuntas dan panggil serta periksa Kepala Sekolah, Ketua Komite dan Bendahara SMA Negeri 3 Palembang terkait adanya dugaan Pungli tersebut.

“Kami juga meminta Gubernur Sumsel segera Pecat Kepala Sekolah SMAN 3 Palembang yang diduga terindikasi Abuse Of Power yang diduga telah melakukan pelanggaran dan harus segera diberi sanksi tegas,” tutup Aan Pirang.

Ditempat yang sama, Perwakilan Polda Sumsel Kompol Yuliansyah SH selaku Kanit Unit III Asusila Subdit Renata menerima langsung massa aksi yang menyampaikan pendapatnya.

“Silahkan nanti laporannya dimasukan untuk diproses,” tuturnya dihadapan para pengunjuk rasa. (RC/Red)

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Sumsel Kembali Rotasi Perwira Pertama Dan Perwira Menengah, Termasuk Kapolsek Di Jajaran Polres Muba
TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang Percepat Pembangunan Talang Jambe, Warga Beri Dukungan Penuh
Ormas HSB Gelar Deklarasi Akbar, Komitmen Siap Membantu Masyarakat Yang Membutuhkan
Perumda Tirta Musi — PWI Sumsel Perkuat Sinergi, Khusus Kegiatan Sosial Dan Keagamaan
Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Kilang Plaju, Perkuat Keandalan Operasi dan Ketahanan Energi Nasional
Ratusan Siswa SD, SMP dan MTs Ikuti O2SN Sumsel 2026
Dewan Pakar KKP Dorong Pelurusan Narasi Sejarah Aranan Masagus dan Masayu dalam Konten Viral Mang Dayat
UIGM Palembang Menggelar Open Campus Dan Dies Natalis Ke-18 Tahun 2026

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Kapolda Sumsel Kembali Rotasi Perwira Pertama Dan Perwira Menengah, Termasuk Kapolsek Di Jajaran Polres Muba

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:40 WIB

TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang Percepat Pembangunan Talang Jambe, Warga Beri Dukungan Penuh

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:21 WIB

Ormas HSB Gelar Deklarasi Akbar, Komitmen Siap Membantu Masyarakat Yang Membutuhkan

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:23 WIB

Perumda Tirta Musi — PWI Sumsel Perkuat Sinergi, Khusus Kegiatan Sosial Dan Keagamaan

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:01 WIB

Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Kilang Plaju, Perkuat Keandalan Operasi dan Ketahanan Energi Nasional

Berita Terbaru