Wisuda ke-XXIV, IGM Lepas 472 Lulusan dan Tantang Alumni Hadapi Era AI dengan Inovasi serta Ketangguhan

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARcenter, palembang – Universitas Indo Global Mandiri (IGM) kembali mencetak generasi sarjana dan magister melalui prosesi Wisuda ke-XXIV Tahun 2026 yang berlangsung di Golden Sriwijaya Building, Jalan Gubernur H. Bastari, Kota Palembang, Sabtu (24/10). Sebanyak 472 wisudawan resmi dilepas untuk melanjutkan perjalanan dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Prosesi wisuda tahun ini berlangsung sedikit berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya karena digelar di luar lingkungan kampus IGM. Dari total 472 lulusan, sebanyak 29 orang merupakan lulusan Program Magister (S2), sedangkan 443 lainnya berasal dari Program Sarjana (S1). Di antara lulusan sarjana tersebut, 55 orang berasal dari Program Studi Syariah.

Rektor Universitas Indo Global Mandiri, Dr. H. Marzuki Alie, Ph.D., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan.

Rektor Kampus UIGM Dr.H.Marzuki Alie,S.E.,MM Saat memberikan Ucapan dan Sambutan Pada Wisuda UIGM Ke 24 dan Wisuda STEBIS IGM Ke 10

 

Marzuki menegaskan bahwa keberhasilan memperoleh gelar akademik merupakan hasil perjuangan panjang, kerja keras, serta doa yang tidak pernah terputus.

“Hari ini kalian resmi menyandang gelar, tetapi perjalanan sesungguhnya baru dimulai,” ungkapnya di hadapan para wisudawan.

Menurutnya, para lulusan IGM merupakan generasi penerus yang akan mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan. Karena itu, ia berharap para alumni tidak hanya menjadikan ijazah sebagai simbol keberhasilan akademik, tetapi juga sebagai bekal untuk menghadapi perubahan dan tantangan masa depan.

Rektor juga memberikan penghargaan kepada orang tua dan wali wisudawan atas dukungan serta kepercayaan mereka kepada IGM selama proses pendidikan berlangsung. Ia menilai keberhasilan mahasiswa tidak terlepas dari peran keluarga yang senantiasa memberikan dukungan moral, doa, dan motivasi.

“Kepercayaan yang diberikan kepada kampus untuk mendidik putra-putri mereka bukan sekadar kehormatan bagi kami, melainkan tanggung jawab yang harus kami jaga,” ujarnya.

Tiga Tantangan Besar Menanti Lulusan

Dalam sambutannya, Marzuki Alie juga mengingatkan bahwa dunia setelah wisuda menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Setidaknya terdapat tiga tantangan besar yang harus dihadapi para lulusan, yakni perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), persaingan global, dan derasnya arus informasi.

Wisuda Ke 24 Kampus UIGM dan Wisuda Ke 10 Kampus STEBIS IGM (Foto:Andiko)

Ia menjelaskan bahwa perkembangan AI berpotensi mengubah berbagai jenis pekerjaan, terutama pekerjaan rutin seperti administrasi, penerjemahan, hingga pemrograman tingkat pemula. Kondisi tersebut menuntut lulusan perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan beradaptasi.

Tantangan berikutnya adalah persaingan kerja yang semakin terbuka secara global. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak lagi hanya berkompetisi dengan pencari kerja dari daerah sendiri, tetapi juga harus mampu bersaing dengan tenaga profesional dari berbagai negara.

“Bukan lagi Palembang melawan Palembang, tetapi Palembang melawan Vietnam dan Internasional” tegasnya.

Sementara itu, tantangan ketiga adalah derasnya arus informasi yang tidak selalu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan ketahanan mental. Ia mengingatkan bahwa kemudahan memperoleh informasi harus disertai kecakapan dalam memilah, memahami, dan memanfaatkannya secara bijak.

Ia juga menyinggung proyeksi perubahan dunia kerja yang disampaikan World Economic Forum, bahwa perkembangan teknologi akan menghadirkan berbagai jenis pekerjaan baru. Oleh sebab itu, pengetahuan yang diperoleh selama masa perkuliahan perlu terus diperbarui agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

IGM Siapkan Tiga Karakter Lulusan Masa Depan

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Marzuki Alie menegaskan bahwa IGM tidak hanya berorientasi menghasilkan lulusan dengan gelar akademik, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki karakter dan kemampuan untuk berkembang di tengah perubahan.

Ia menyampaikan tiga karakter utama yang harus dimiliki setiap alumni IGM, yaitu pembelajar sepanjang hayat (life-long learner), pencipta (creator), dan manusia tangguh (resilient).

Karakter pertama adalah pembelajar sepanjang hayat. Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan awal untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Para alumni perlu memperbarui keterampilan, mengikuti perkembangan teknologi, meningkatkan kompetensi, serta mempelajari berbagai keahlian baru, termasuk pemanfaatan AI.

“Wisuda ini justru hari pertama kalian harus belajar lagi, bangkit dari kegagalan, jadi tidak ada orang gagal” ujarnya.

Karakter kedua adalah pencipta atau creator. Ia mendorong para lulusan agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menghasilkan inovasi dan menciptakan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia mencontohkan pemanfaatan teknologi AI untuk membantu mengembangkan usaha keluarga, seperti membuat sistem sederhana bagi warung milik orang tua atau merancang desain digital untuk mendukung pemasaran produk UMKM di Palembang.

Menurutnya, kemampuan menciptakan sesuatu tidak harus dimulai dari proyek besar. Inovasi dapat tumbuh melalui langkah sederhana yang menjawab kebutuhan di lingkungan sekitar.

  • “Jangan biarkan teknologi memakai kalian, kalianlah yang harus memakai teknologi,” tegasnya.

Karakter ketiga adalah manusia tangguh atau resilient. Ia menekankan pentingnya ketahanan mental, keberanian menghadapi kegagalan, dan kemampuan untuk bangkit ketika menghadapi kesulitan.

Menurutnya, keberhasilan di masa depan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik atau nilai IPK, tetapi juga oleh kemampuan seseorang untuk bertahan, beradaptasi, dan terus berusaha ketika menghadapi berbagai hambatan.

Ia mengingatkan para wisudawan untuk memegang prinsip tujuh kali jatuh, delapan kali bangkit. Baginya, empati, hati nurani, akal budi, dan keteguhan manusia merupakan keunggulan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh kecerdasan mesin.

Melalui pesan tersebut, Rektor berharap seluruh alumni IGM mampu menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah, terus mengembangkan potensi, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menutup sambutannya, ia mengajak para wisudawan membawa tiga karakter tersebut sebagai bekal memasuki dunia baru setelah menyelesaikan pendidikan di IGM. Ia berharap para alumni mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, produktif dalam menciptakan inovasi, dan tangguh menghadapi persaingan global.

Dengan dilepasnya 472 lulusan dalam Wisuda ke-XXIV Tahun 2026, Universitas Indo Global Mandiri kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, dan daya saing untuk menghadapi masa depan. ( red/RC)

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musyawarah Kecamatan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional Periode 2026–2031 Di Muara Kuang
Tim Karhutla Polsek Pemulutan Padamkan Api Di Ulak Kembahang I
Polda Sumsel Tangani 62 Perkara Karhutla, Kapolda Tegaskan Penegakan Hukum Berbasis Ilmiah
PWI Sumsel Harap Pihak Polda Usut Tuntas Perkara Penganiayaan Terhadap Wartawan
Press Rilis, Polres Ogan Ilir Berhasil Ungkap Kasus Menonjol
Polres Ogan Ilir Tangani Kasus Pencurian, Premanisme Hingga Perkara Migas Selama Operasi Sikat I Musi 2026
Hadiri Peringatan Hari Santri, Wabup Ogan Ilir Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
BAZNAS Ogan Ilir Giat Survei Rumah Roboh Di Desa Ulak Kembahang 1

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Wisuda ke-XXIV, IGM Lepas 472 Lulusan dan Tantang Alumni Hadapi Era AI dengan Inovasi serta Ketangguhan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Musyawarah Kecamatan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional Periode 2026–2031 Di Muara Kuang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tim Karhutla Polsek Pemulutan Padamkan Api Di Ulak Kembahang I

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Polda Sumsel Tangani 62 Perkara Karhutla, Kapolda Tegaskan Penegakan Hukum Berbasis Ilmiah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:57 WIB

PWI Sumsel Harap Pihak Polda Usut Tuntas Perkara Penganiayaan Terhadap Wartawan

Berita Terbaru